Lompat ke konten
AGBC.

Cara main The Resistance: Avalon

Avalon itu soal siapa yang bisa lu percaya di meja. Pemain Baik dan Jahat rebutan kendali lewat proposal tim dan voting, sampai tiga Quest berhasil atau gagal duluan.

8 langkah

Yang ada di kotak

  1. 1

    Tujuan permainan

    Avalon itu game deduksi sosial di dunia Raja Arthur. Sebagian pemain berpihak ke Baik, sisanya diam-diam berpihak ke Jahat, dan nggak ada yang boleh buka kartu karakternya sendiri sepanjang permainan, termasuk ngomongin gambar di kartunya. Baik menang kalau berhasil nyelesain tiga Quest. Jahat bisa menang lewat tiga jalan: bikin tiga Quest gagal, bikin lima proposal tim ditolak berturut-turut dalam satu ronde, atau, kalau Baik keburu menang tiga Quest, berhasil nebak siapa Merlin di sesi tebakan terakhir.

  2. 2

    Persiapan dan pembagian peran

    Pasang papan skor yang sisinya cocok sama jumlah pemain, taruh Round Marker di kotak Quest pertama, dan bagikan 2 Token Vote ke tiap pemain. Undi satu orang jadi Leader pertama, dia pegang Leader Token. Jumlah pemain Baik lawan Jahat udah dipatok tetap, nggak dihitung manual: 5 pemain (3 Baik, 2 Jahat), 6 pemain (4 Baik, 2 Jahat), 7 pemain (4 Baik, 3 Jahat), 8 pemain (5 Baik, 3 Jahat), 9 pemain (6 Baik, 3 Jahat), 10 pemain (6 Baik, 4 Jahat). Kocok kartu karakter sesuai jumlah itu, satu kartu Baik jadi Merlin dan sisanya Loyal Servant, satu kartu Jahat jadi Assassin dan sisanya Minion, lalu bagikan tertutup satu per pemain. Tiap orang cuma boleh lihat kartunya sendiri.

  3. 3

    Fase reveal, saling kenal lewat isyarat

    Sebelum ronde pertama, ada fase singkat dipandu Leader yang baca naskah reveal. Semua pemain merem dan ngepalin tangan di depan badan lebih dulu. Leader minta sesama pemain Jahat buka mata sekilas buat saling kenal, lalu merem lagi, dan cuma pemain Jahat yang nanti ngacungin jempol biar Merlin diam-diam tahu siapa aja mereka, tanpa ada satu pun pemain lain yang tahu siapa lihat siapa. Kalau Percival ikut main, di langkah terpisah sesudahnya giliran Merlin dan Morgana yang ngacungin jempol bareng, dan pas giliran Percival buka mata, yang keliatan buat dia cuma dua orang itu tanpa tahu mana yang beneran Merlin. Kalau mainnya pakai kartu opsional, naskahnya nambah langkah, Oberon nggak ikut buka mata di sesi saling kenal sesama Jahat, jadi dia nggak tahu rekannya dan rekannya nggak tahu dia. Mordred juga nggak ngacungin jempol pas giliran Jahat kelihatan ke Merlin, jadi Merlin nggak nganggap dia Jahat.

  4. 4

    Membangun tim

    Leader milih pemain mana aja (boleh termasuk dirinya) buat masuk tim Quest yang lagi jalan, satu Token Tim per orang, dan satu pemain cuma boleh pegang satu Token Tim. Ukuran tim yang wajib diisi berubah tiap Quest dan tiap jumlah pemain. Quest 1 butuh 2 orang buat 5 sampai 7 pemain, 3 orang buat 8 sampai 10 pemain. Quest 2 butuh 3 orang buat 5 sampai 7 pemain, 4 orang buat 8 sampai 10 pemain. Quest 3 polanya nggak rapi naik, 2 orang buat 5 pemain, 4 orang buat 6 pemain, 3 orang buat 7 pemain, dan 4 orang buat 8 sampai 10 pemain. Quest 4 butuh 3 orang buat 5 sampai 6 pemain, 4 orang buat 7 pemain, 5 orang buat 8 sampai 10 pemain. Quest 5 butuh 3 orang buat 5 pemain, 4 orang buat 6 sampai 7 pemain, 5 orang buat 8 sampai 10 pemain.

  5. 5

    Voting tim

    Begitu tim keisi penuh, semua pemain, termasuk Leader, secara bersamaan milih Approve atau Reject pakai Token Vote, lalu buka bareng-bareng. Tim disetujui kalau suara Approve mayoritas. Kalau seri atau Reject yang menang, tim itu batal, Leader Token pindah ke pemain sebelah kiri, dan proses membangun tim diulang dari awal buat Quest yang sama. Ini bagian yang gampang salah kaprah, nolak proposal bukan berarti lu ketauan Jahat, dan pemain berpengalaman wajar aja nolak beberapa kali dulu sebelum akhirnya setuju sama satu tim. Tapi ada batasnya, kalau lima proposal tim ditolak berturut-turut dalam satu ronde yang sama, Jahat langsung menang, jadi jangan asal tolak tanpa hitungan.

  6. 6

    Menjalankan Quest

    Leader ngasih tiap anggota tim sepasang Kartu Quest, satu Success dan satu Fail, terus tiap orang diam-diam milih satu buat dimainkan tertutup dan naruh sisanya balik. Leader ngumpulin semua kartu yang dimainkan, ngocoknya biar urutannya nggak ketebak, baru dibuka bareng. Pemain Baik wajib main kartu Success, nggak ada pilihan lain. Pemain Jahat bebas milih Success atau Fail, jadi Jahat yang lagi kebagian tim boleh pura-pura ikut sukses buat nyamar. Quest itu berhasil kalau semua kartu yang kebuka Success, dan gagal begitu ada minimal satu kartu Fail. Ada satu pengecualian penting, di permainan 7 pemain atau lebih, Quest ke-4 (cuma Quest ke-4) butuh minimal dua kartu Fail biar dianggap gagal, satu kartu Fail doang nggak cukup buat ngegagalin Quest itu di ukuran meja segini. Begitu Quest itu selesai, entah berhasil atau gagal, taruh Score Marker warna sesuai di papan skor, majuin Round Marker ke kotak Quest berikutnya, dan Leader Token pindah ke pemain sebelah kiri buat mulai ronde baru dari fase membangun tim lagi.

  7. 7

    Akhir permainan

    Permainan langsung berhenti begitu Quest ketiga yang berhasil atau gagal itu selesai, nggak perlu nunggu Quest kelima. Kalau Jahat udah unggul tiga Quest gagal, mereka langsung menang. Kalau Baik yang unggul tiga Quest berhasil, permainan belum otomatis kelar buat Baik, para pemain Jahat berunding dulu tanpa nunjukin kartu karakter satu sama lain, lalu pemain yang pegang Assassin nunjuk satu pemain Baik yang dicurigai Merlin. Kalau tebakannya tepat, Jahat yang menang biarpun tiga Quest udah berhasil. Kalau salah tunjuk, barulah Baik resmi menang.

  8. 8

    Varian opsional: peran tambahan dan Lady of the Lake

    Empat kartu karakter ini cuma dipakai kalau disepakati bareng sebelum main, dan tiap peran opsional gantiin satu kartu Loyal Servant atau Minion polos biar jumlah Baik lawan Jahat tetap sesuai tabel di awal. Rulebook-nya nyaranin nambahnya satu-satu dulu, baru tambah lagi kalau semua pemain udah terbiasa. Percival (Baik) tahu siapa Merlin sejak awal permainan. Mordred (Jahat) identitasnya disembunyiin dari Merlin, jadi Merlin nggak nganggap dia Jahat. Oberon (Jahat) malah disembunyiin dari rekan Jahatnya sendiri, dia nggak tahu siapa rekannya dan rekannya nggak tahu dia. Morgana (Jahat) kelihatan di mata Percival kayak Merlin, jadi Percival ngeliat dua calon Merlin tanpa tahu mana yang asli. Kalau mainnya cuma 5 orang dan Percival ikut, rulebook-nya nyaranin tambahin juga Mordred atau Morgana biar variannya berimbang. Lady of the Lake itu varian terpisah lagi, tokennya dipegang pemain di sebelah kanan Leader pertama, lalu setelah Quest ke-2, ke-3, dan ke-4 selesai, pemegangnya milih satu pemain lain buat diperiksa lewat sepasang Loyalty Card, pemain yang diperiksa ambil kartu yang sesuai loyalitasnya sendiri dan ngasihin ke pemegang token, terus token itu pindah ke pemain yang baru diperiksa itu. Pemegang token boleh ngobrolin hasilnya, bahkan boleh bohong, tapi nggak boleh nunjukin kartu Loyalty yang dia terima. Token ini cuma dipakai tiga kali sepanjang permainan, dan pemain yang udah pernah megang lalu pakai Lady of the Lake nggak bisa dicek pakai token itu lagi. Rulebook-nya nyaranin varian ini disimpan buat permainan 7 pemain ke atas.

Yang sering keliru

Sumber: Rulebook resmi Don Eskridge's The Resistance: Avalon (Indie Boards & Cards) setebal 8 halaman, dibaca dari hasil pindai PDF yang dimirror di cdn.1j1ju.com, diringkas ulang pakai kata sendiri. Metadata dicek silang lewat BoardGameGeek (boardgame/128882) dan halaman produk resmi Indie Boards & Cards (indieboardsandcards.com/our-games/the-resistance-avalon).